Ratusan Sapi di Lombok Tengah Positif Terserang Virus PMK


AHIM TV-
Pemerintah Provinsi NTB menutup lalu lintas ternak di Pulau Lombok menyusul ditemukannya penyakit mulut dan kaki (PMK) pada sapi di Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Tim Balai Besar Veteriner Denpasar telah turun mengambil 10 sampel darah dan ingus sapi di Desa Kelebuh Lombok Tengah dan Desa Aikmel Lombok Timur. Kemudian dilakukan pengujian sampel di Laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasilnya, sebanyak 9 sampel sapi dinyatakan positif terjangkit PMK.

"Tadi malam keluar hasilnya positif PMK, ada 5 sampel di Lombok Tengah dan 4 sampel di Lombok Timur. Dengan adanya hal itu, kita kewaspadaan terhadap PMK biar tidak meluas. Karena penyakit ini cepat menyebar lewat udara," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi NTB drh. Khairul Akbar dikonfirmasi di Mataram, Kamis (12/5/2022).

1. Virus menyebar di dua kecamatan

Penyebaran virus PMK ini mulai meluas hingga di dua kecamatan. Sebelumnya, di Desa Kelebuh, Kecamatan Praya Tengah sebanyak 63 ekor, bertambah menjadi 150 ekor di Desa Puyung dan Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat.

"Gejala yang dialami itu hampir sama, secara populasi ternak sapi itu suspek PMK," katanya.

Taufikurrahman mengatakan dengan adanya kejadian itu, pihaknya bergerak cepat dengan melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus PMK ke hewan lainnya.

"Sapi yang terkena PMK kita isolasi secara kelompok," ujarnya.

2. Sosialisasi ke masyarakat

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan adanya wabah penyakit ternak yang mulai menyerang puluhan sapi di Lombok Tengah. Sehingga ,penyebaran virus PMK itu tidak meluas ke kecamatan lainnya.

"Kita juga akan memperketat akses keluar masuk ternak sapi di Lombok Tengah untuk mencegah penyebaran virus PMK tersebut," ujarnya.

Masyarakat juga diimbau untuk melapor jika menemukan hewan ternaknya tiba-tiba sakit secara bersamaan. Sehingga dapat diperiksa dan segera dibeirkan obat.

3. Gejala yang dialami hewan

Sebelumnya, puluhan ekor sapi di Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah diduga terkena virus dengan gejala yang hampir sama dengan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sedang merebak di Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan terhadap yang diduga terkena PMK, gejala yang dialami, seperti adanya lelehan lendir dari mulut, hidung, luka di hidung, air liur berlebihan dan panas badan terlalu tinggi mencapai 37 derajat, deman serta di antara kuku kaki ada luka. Sehingga, tidak ada nafsu makan, yang mengakibatkan lema.(IDN)

Posting Komentar

0 Komentar